BELIAU MELINDUNGI ORANG-ORANG YANG SALEH

Saat manaqib beberapa bulan yang lalu, saya bertemu dengan seorang Ikhwan
berasal dari Tasikmalaya berusia + 70 tahun dan telah mengenal Abah Anom
semenjak beliau masih muda.


Firman ALLAH dalam surat AL-A'RAF (7):196

DIA MELINDUNGI ORANG-ORANG YANG SALEH

Manaqib di Suryalaya beberapa bulan lalu, saya bertemu Ir. Ayat Hidayat,
Ketua Koperasi Hidmat - Ponpes Suryalaya. Mengetahui beliau sejak dahulu
mengenal Abah Anom, sayapun bertanya pengalaman yang paling berkesan bersama
Abah Anom. Beliau termenung sejenak, lalu berkata: "Suatu hari setelah
shalat dhuhur berjamaah, Abah menawarkan makan siang di Madrasahnya (rumah
Abah). Kesempatan ini tidak saya sia-siakan, kami makan hanya berdua".

Setelah makan, Abah mengajak saya berkeliling kebun (tanah) yang
dimilikinya. Dalam perjalanan Abah selalu berdecak-decak karena ada sisa
makanan yang terselip digiginya. Tidak jauh dari tempat kami berdiri, ada
setumpuk dahan kering yang dikumpulkan penduduk untuk dijadikan kayu bakar,
disandarkan disebuah pohon. Abah melihat dan berniat menjumput sedikit untuk
dijadikan tusuk gigi. Ketika hendak menjumput kayu tersebut, tiba-tiba Abah
Anom terperanjat dan langsung ber-istighfar berulang kali dan membatalkan
niatnya.

Setelah mendengarkan beliau, saya merenung hikmah apa yang ada dibalik
cerita itu. Baru beberapa bulan kemudian saya dapat mengambil hikmahnya,
sebagai berikut:


Dalam kitab 'Risalah Qusyairiyah' dijelaskan:

Karamah yang paling besar yang dimiliki para wali, adalah selalu mendapat
pertolongan ALLAH SWT untuk taat dan terjaga dari kemaksiatan dan
pertentangan.

Para Wali itu ma'shum  (terjaga dan terpelihara dari dosa) sebagaimana yang
terjadi bagi para nabi.

Walau mengambil hanya sedikit kayu yang nilainya tidak seberapa (mungkin
tidak bernilai sama sekali), dihadapan ALLAH itu termasuk perbuatan dosa,
digolongkan perbuatan mencuri. Bagi kita (murid) perbuatan tersebut dapat
dikatakan hanya dosa kecil saja, tetapi bagi wali tidak ada istilah dosa
kecil atau besar. Para wali melihat dosa itu adalah perbuatan menentang
ALLAH SWT.

Rasulullah SAW bersabda: "Dosa yang paling besar di sisi ALLAH Ta'ala adalah
dosa yang (dianggap) paling kecil oleh manusia. Sedangkan dosa yang paling
kecil di sisi ALLAH Ta'ala adalah dosa yang (dianggap) paling besar oleh
manusia".

Maksud hadist di atas adalah; apabila seseorang yang melakukan perbuatan
dosa menganggap dosa yang dilakukannya itu sangat besar, maka ia pun merasa
takut dan segera bertaubat, sehingga dosa itu diampuni dan dianggap kecil
oleh Allah. Namun jika dosa itu dianggap kecil oleh yang melakukannya,
sehingga ia terus-menerus mengulanginya, maka dosa itu menjadi besar di sisi
ALLAH.  

Abah Anom terhindar dari perbuatan dosa karena selalu dilindungi oleh ALLAH
SWT, sebagaimana ayat surat Al-A'Raf tersebut di atas.

Iwan Darmawan

No comments:

Post a Comment